Bincang Volume 01 – Ren Katili

volume-bincang-ren

Edisi perdana Bincang Volume menghadirkan Ren Katili, prinsipal arsitek Studio ArsitektropiS. Edisi perdana ini topik di Bincang Volume ini terkait dengan lika liku kuliah di jurusan arsitektur. Berikut hasil rekapan diskusi dan obrolan bersama Ren Katili;

Q(Question): Bagaimana dulu bisa memilih masuk jurusan arsitektur?

RK (Ren Katili): Dulu sempat kuliah di Teknik Industri, karena dari orang tua mengharapkan anaknya menjadi insinyur. Sudah menjalani kuliah selama 6 bulan, dan saya merasa kaya di neraka, karena saya tidak suka, dan kebetulan juga dapat temen yang masalahnya sama, dan kita sama-sama kalo di kelas misalnya lagi ada kuliah fisika, tetapi saya dan teman saya ini malah sering menggambar dan melukis-lukis duduk dibelakang. Lalu setelah 6 bulan kuliah, kita berdua janjian sepakat untuk tidak melanjutkan kuliah selama 6 bulan berikutnya. Di 6 bulan itu saya bolos, jalan-jalan dan gak kuliah. Dari situ sepakat bahwa saya tidak mau melanjutkan kuliah di teknik industri, dan memutuskan pindah ke jurusan arsitektur, karena saya suka dan yakin lebih bisa, dan bahagia di jurusan arsitektur.

Q: Jadi dasarnya karena memang suka dulu, dan karena suka menggambar jadi memilih arsitektur?

RK: Mungkin kalau untuk orang kebanyakan seperti itu ya. Kalau saya sih sepertinya pernah melakukan hal yang salah dulu jadi tahu yang benar yang mana.

Q:Dahulu waktu sebagai dosen, harapannya apa pada mahasiswa saat mengajar pada waktu asistensi di studio perancangan?

RK: Saya dulu pernah jadi mahasiswa, dan juga pernah jadi Dosen. Dulu waktu jadi mahasiswa punya dosen panutan. Dosennya asik banget, wawasannya luas, gaul, mengajarnya enak dan oke banget mengajar arsitektur. Jadi saya tidak mau ketinggalan kuliahnya, dan selalu antusias pada saat kuliahnya. Jadi pada saat sebelum kuliahnya, saya menyiapkan diri dengan segala pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tugas saya untuk ditanyakan pada saat kuliah. Pada saat saya jadi Dosen, saya bisa lihat mahasiswa mana yang punya passion atau tidak punya passion. Saya sangat menghargai mereka yang sebelum kuliah untuk mempersiapkan segalanya. Saya selalu merasa tertantang oleh mahasiswa yang memberikan sesuatu untuk ditanyakan, jadi terjadi diskusi yang baik, dibandingkan dengan mahasiswa yang banyak diam, dan pingin ditanya banget, siapa sih kamu sampai mau ditanya-tanya banget? Jadi mahasiswa ini harus sangat aktif, dan mau tahu. Dosen ini punya pengetahuan yang banyak sekali, dan butuh ditanya karena dia tidak mungkin menjabarkan semuanya. Butuh chemistry yang baik juga antara Dosen dan mahasiwa menurut saya, karena kalau itu tidak terjadi, Dosen tidak tahu nih mana mahasiswa yang rajin, pintar dan asik? Asik(ue) itu penting bagi mahasiswa supaya bisa membuat enjoy dalam perkuliahan, Dosen pun juga senang kalau mahasiswanya produktif dan dapat menikmati karya yang dikerjakannya.

Q: Kalau Dosennya jaga jarak bagaimana?

RK: Banyak Dosen yang jaim (jaga image), tetapi percaya deh mereka jaim karena dia juga tidak tahu apa yang mau dibuat atau dilakukan oleh mahasiswanya. Jadi kamu harus deketin Dosen. Anggap Dosen ini klien, dan kalau kamu bisa melunakan hati si Dosen ini. Saya yakin kamu kedepannya jadi arsitek yang bisa berhasil nanti dalam berkomunikasi dengan klien, siapapun itu kliennya nanti.

Q: Penting ga ikut berorganisasi selama kuliah?

RK: Penting, karena akan membantu dalam networking nanti selepas selesai kuliah. Teman-teman kamu nanti tidak semua jadi arsitek, dan network yang dibangun semasa kuliah akan membantu berkarir sebagai arsitek nantinya.

Q: Dalam mendesain apa bedanya tema dan pendekatan desain?

RK: Biasanya tema itu given, dan diberikan oleh Dosen. Nah pendekatan itu metode bagaimana cara untuk mencapai tema yang tadi. Oia, juga ada yang pernah bertanya kepada saya; “saya susah mencari desain yang bagus”. Lalu saya bilang, sebelum mencari solusi, harus perdalam masalahnya. Solusi kalau tidak ada problemnya kelar deh. Seperti contoh terkait desain villa di pinggir pantai, tahu tidak sih masalah villa itu apa? Kalau tahu masalahnya, kamu akan memperdalam permasalahan itu dan ujung-ujungnya akan mengkerucut dengan sendirinya. Kalau kita tidak tahu masalahnya, dan kita liat pinterest, dan melihat semua bagus, dan lalu kita mau pakai semuanya, kelar deh. Ga ada ujungnya.

Q: Pentingkah melanjutkan sekolah profesi?

RK: Undang-Undang Arsitektur sudah keluar, dan memang belum berlaku secara menyeluruh. Jadi menurut saya siapkan diri aja di masa peralihan ini untuk masuk ke pendidikan sekolah profesi. Tetapi ini khusus bagi yang mau menjadi arsitek professional. Kalau yang tidak mau jadi arsitek tidak usah ambil PPArs.

Q: Tips untuk mahasiswa akhir yang mau jadi aristek apa?

RK: Mahasiswa akhir yang mau menjadi arsitek, dan dulu sudah pernah magang, biasanya setelah lulus akan kembali bekerja di tempat magang itu. Jadi pada saat dulu magang atau kuliah jangan pernah melakukan sesuatu secara setengah-setengah, karena pada saat magang maupun di studio perancangan dan pada saat kuliah dulu harus dikerjakan sungguh-sungguh, karena mereka akan saling berkaitan untuk nantinya berkarir di dunia kerja

Q: Apa yang menjadi acuan biro konsultan untuk mahasiswa magang?

RK: Kriteria yang paling penting itu portfolio karya. Portfolio itu menjadi ujung tombaknya, dan akan kelihatan mana yang serius dan yang tidak serius. Universitas atau IP tidak menjadi pengaruh utama. Jarang dilihat IP berapa dan dari univeritas mana. Kemarin saya dapat anak magang tidak mau lihat dulu IPnya dan tidak mau tahu dari mana kampusnya. Saya ingin anak yang magang ini asik, ngobrolnya asik, get along dengan saya, jokenya asik, wawasan bagus, punya manner yang baik. Setelah itu baru saya minta dia kirim portfolio dan sebagainya.

Q: Bagaimana memaknai good design di jaman sekarang?

RK: Menurut saya secara pribadi, saya melihat segala sesuatu not only visual. Karena saya melihat sekarang semua bentukan desain kita melihat segala sesuatu secara visual, dan saya percaya kita semua bisa, karena bisa melihat dari archdaily dan pinterest sebagai referensi-referensinya. Tetapi itu tidak bisa dibilang good design. Misalnya kamu merancang di Indonesia yang kita tahu benyak permasalahnya seperti banyak penduduk, panas dan sebagainya. Kalau kamu bisa menyelesaikan permasalahan tersebut dengan bentuk dan visual yang bagus itu menurut saya good design. Tetapi Kalau hanya visual tetapi ternyata tidak menyelesaikan permasalahan, seperti misalnya ruangan pada siang hari gelap, lalu ruangannya panas, dan sebagainya, saya rasa itu bukan good design.

Q: Tips mahasiswa kuliah sambil kerja?

RK: Syukuri kalau kamu sambil kuliah bisa kerja. Karena tidak semua orang punya kesempatan yang sama. Memang akan lelah dan capek, tapi selalu ingat kalau kamu akan lebih menang banyak dibanding teman-teman kamu yang lain.

Q: Tips bagi mahasiswa baru yang masuk jurusan arsitektur?

RK: Nah untuk mahasiswa baru Ini biasanya lagi hangat-hangatnya dan senang-senangnya. Carilah teman-teman yang punya chemistry dan visi yang sama. Karena sejalannya waktu mungkin akan dihadapi oleh masa-masa yang kurang menyenangkan selama kuliah. Tetapi kalau punya teman yang asik, punya kelompok teman yang selalu bareng bisa saling menyemangati sampai akhir kuliah, sampai selesai.

Q: Apa sih tantangan terberat fresh graduate arsitektur?

RK: Galau. Karena tahap ini, kamu berada di tahap persimpangan, dimana disini kamu akan dihadapkan oleh banyak pilihan. Mau jadi kontraktor, mau jadi arsitek, mau kerja di bank dan banyak sekali pilihannya. Tetapi mungkin hanya beberapa orang yang memang sangat kuat dan pejuang yang menentukan memilih jalur menjadi arsitek. Nah karir itu harus dirancang, harus tahu ujungnya mau jadi apa dan mau kemana, dan ikuti itu semua. Biasanya di tahap ini banyak mahasiswa yang bingung karena tidak tahu kedepannya akan bagaimana. Untuk itu banyaklah ngobrol dengan senior-senior, dan tanya-tanya ke mereka terkait pengalaman-pengalaman yang sudah mereka dapatkan.

Q: Apakah kemampuan digital adalah kemampuan yang wajib?

RK: Saat ini adalah era millennium, dan sebagaian besar anda adalah generasi milenial. Nah, sebagai orang yang hidup di jaman digital, berarti kamu harus punya kemampuan digital ini. Karena ini akan menjadi poin yang penting dalam karir kamu kedepan apapun karir kamu itu.

Q: Boleh tidak semester 3 atau 5 magang di konsultan arsitektur?

RK: Untuk yang sedang disemester awal perkuliahan, seperti semester 3, harusnya jangan dulu. Karena ilmu arsitektur ini kan luas dan banyak. Dimana kalau baru di semester 3, ilmu yang didapat belum banyak dan dan belum banyak yang bisa diaplikasikan di tempat magang. Kalau semester 5 mungkin masih oke. Nah biasanya di semester 7 jauh lebih matang, karena sudah tau kultur di kampus sudah terbiasa dengan tugas-tugas, sehingga pada saat magang pun akan lebih siap dan terbiasa dalam menerima mengerjaan pekerjaan di kantor.

Q: Cukup capable kan seorang fresh graduate langsung mendirikan usaha di bidang arsitektur secara mandiri?

RK: Kalau kamu fresh graduate, dan mau mendirikan perusahaan langsung, menurut saya sebaiknya dimulai dari freelance dulu ya. Supaya kamu tidak punya beban yang banyak. Kecuali kalo kamu fresh graduate dan sudah punya limpahan proyek dari orang tua atau saudara buat perusahaan si tidak apa-apa. Tetapi kalo kamu fresh graduate, buat perusahaan, lalu tidak ada proyeknya untuk apa? Sayang jadinya. Jadi lebih baik jadi freelance membangun relasi dan kenal dengan banyak orang.

Q: Apakah benar seoarang mahasiswa harus menemukan ciri khasnya dalam desainnya?

RK: Sebetulnya tidak. Ciri khas itu akan keluar dengan sendirinya. Jadi tidak harus fokus saya itu harus punya ciri khas apa. Tetapi ketika kamu memperdalam sebuah permasalahan dalam desain, dan kamu megerti banget dalam mencari solusi solusinya, saya rasa orang lain akan melihat bahwa kamu itu sangat detail pada bagian tertentu pada desainnya, dan secara tidak langsung itu akan menjadi ciri dari desain kamu.

Q: Mana yang lebih baik dikembangkan lebih dahulu; ide, konsep atau teknik menggambar?

RK: Saya selalu menyampaikan kalau jadi mahasiswa arsitek itu punya tiga hal yang akan membuat mahasiswa itu keren banget. Pertama kamu punya skill mendesain dimulai dari sketsa yang baik, bisa menggambar, punya taste yang baik dari warna dan bentuk. Yang kedua punya brain, pintar. Bisa mencari data, menganalisa, mencari permasalahan, dan strategi problem solvingnya bagaimana, dianalisa dan metode desainnya bagaimana. Dan satu lagi adalah soft skill, cara presentasi, bisa ngomong, bisa meyakinkan orang terkait ide desainnya. Ide dan konsep menurut saya cara berpikir, cara berpikir untuk menyelesaikan permasalahan. Ini tidak bisa sendiri-sendiri, tetapi ketiga aspek ini harus dimiliki bersamaan. Selengkap mungkin tiga-tiganya bisa melengkapi. Kalau hanya bisa konsep, menyakinkan Dosen hanya dengan omongan tetapi tidak ada hasilnya itu sama aja boong, dan itu nyebelin. Tetapi ada orang juga yang desainnya bagus, tetapi tidak bisa menjelaskan desainnya dan konsepnya tidak sebaik desainnya. Jadi ketiga aspek ini tidak bisa sendiri-sendiri harus berbarengan.

Q: Sayembara penting atau tidak?

RK: Sayembara itu penting karena itu akan menguji kemampuan dan skill kamu. Syukur-syukur bisa menang. Tetapi kalau tidak menang tidak menjadi masalah karena itu akan menjadi portfolio kamu. Kalau kamu ikut sayembara sekali tidak menang, begitu ikut yang berikutnya pasti harus perubahan yang significant, sehingga secara tidak langsung akan mengupgrade diri kamu, jadi keilmuan kamu dalam mendesain akan semakin baik.

Terima kasih Mas Ren, atas obrolannya di Bincang Volume 01. | Albertus Prawata

 

About Volume Factory

Volume Factory adalah suatu tim yang yang terdiri dari desainer, dosen dan mahasiswa yang fokus pada bermacam area seperti arsitektur, perkotaan, seni, desain, teknologi, pendidikan dan sistim keberlanjutan. Volume Factory menekankan isu-isu kontemporer kehidupan urban melalui desain, program, penelitian, pameran dan publikasi. Tujuannya adalah untuk mengeksplore ide-ide baru, bereksperimen, menciptakan solusi untuk kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: